Bendera Merah Putih Kusam dan Sobek Tetap di Pasang di Depan Kantor BP3K Karang Bahagia

Spread the love

BEKAP JABAR

Cikarang-Bekasi

Miris Melihat Bendera merah putih yang berkibar dalam keadaan sobek dan kusam di biarkan tanpa ada yang memperhatikan secara khusus di depan kantor BP3K samping kantor kecamatan karang bahagia. senin (24/06).

Bendera merah putih merupakan bendera kebanggan bangsa kita indonesia, tetapi banyak juga yang kurang peduli terhadap bendera merah putih,apalagi keberadaan bendera tersebut ada di depan kantor BP3K yang notabene merupakan kantor pejabat dinas pertanian,yang ada di wilayah kecamatan karang bahagia,

Di mana rasa nasionalis nya di mana rasa memilikinya,semua terlihat bahwa pegawai BP3K tidak pernah peduli,apa yang ada di kantor tersebut yaitu BP3K Karang Bahagia,

Hal ini bisa saja diduga ada unsur kesengajaan,karena mereka sadar,tetapi tidak merespon bendera yang sudah sobek dan kusam,di biarkan berkibar begitu saja

Undang-undang jelas menyatakan bagi mereka yang melanggar,
Aturan Hukum Pidana Terhadap Penghina Bendera Negara,
Bendera Merah Putih resmi dijadikan sebagai bendera nasional Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945. Telah ada pengaturan mengenai ketentuan ukuran bendera, penggunaan, penempatan, hingga aturan pidana terhadap pihak yang menghina Bendera Negara.

Aturan tersebut termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Pada Pasal 24 Undang-Undang tersebut, diatur soal apa saja yang dilarang dilakukan terhadap Bendera Negara.

Setiap orang dilarang:

a. merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara;

b. memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial;

c. mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam;

d. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara; dan

e. memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat menurunkan kehormatan Bendera Negara.

Aturan sanksi pidana terhadap mereka yang melanggar hal tersebut di atas juga tegas diatur dalam Undang-Undang itu.

Pasal 66

Setiap orang yang merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 67

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang:

a. dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk reklame atau iklan komersial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b;

b. dengan sengaja mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c;

c. mencetak, menyulam, dan menulis huruf, angka, gambar atau tanda lain dan memasang lencana atau benda apapun pada Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf d;

d. dengan sengaja memakai Bendera Negara untuk langit-langit, atap, pembungkus barang, dan tutup barang yang dapat merendahkan kehormatan Bendera Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf e. tutupnya.(abray)