BERITA DEPUTI PRESIDEN JADI LUCU & NAIB

Spread the love


*BERITA DEPUTI PRESIDEN JADI LUCU & NAIB*

Presiden Joko Widodo mengajak Wartawan memerangi hoaks, saat membuka Kongres XXIV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Surakarta, Jum’at 28 September 2018. Demikian laporan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin seperti yang bertebar luas di WA.

Untuk momen dan waktu serta di tempat yang sama, yaitu acara Pembukaan Kongres PWI di Surakarta, Bey Machmudin menulis juga dengan judul yang berbeda “Presiden: Wartawan Sahabat Saya”. Masih tak puas juga, Bey Machmudin pun menulis lagi untuk momen yang sama dengan judul : Peran Penting Medis Dalam Membangun Demokrasi.

Sungguh tak ada hal yang spesifik dalam berita yang dilaporkan Deputi Bidang Pritokol, Pers dan Media dari Sekretariat Presiden ini kecuali hanya untuk menebar kesan bahwa momentum Kongres PWI adalah peristiwa yang besar. Atau cuma sekedar mencuri hati atau angkat telor belaka dalam sanepo ala Medan itu. Karena memang tak ada yang istimewa antara berita yang satu dengan berita lainnya.

Agaknya itulah sebanya untuk peristiwa yang sama Deputi Sekretariat Presiden merasa harus menulisnya dalam tiga versi, hingga seperti format untuk laporan utama dari media cetak pada umumnya. Meski isinya bisa dirangkum menjadi satu pemberitaan saja.

Konsekuensinya dari pemberitaan acara yang sama itu — Pembukaan Kongres XXIV PWI itu, menjadi kucu. Setidaknya bagi pembaca yang kritis, berita yang ditululis Deputi Pemberitaan Sekretatiat Presiden ini maunya apa ?

Sebab bisa saja pembaca ikut menduga bila Deputi Presiden ini pun sedang demam kampanye. Atau tak cukup memiliki berita lain yang lebih menarik dan patut diketahui publik.

Ajakan Presiden pada Wartawan menerangi hoaks, Pernyataan Presiden bahwa Wartawan adalah sahabatnya dan peran penting Wartawan dalam membangun demokrasi dapat dirangkum dalam satu berita pendek yang singkat dan padat. Hingga tak perlu memancing interpretasi yang macam-macam, sebab tak psntas diduga lantaran kemampuan teknis jurnalistik yang minimal untuk sekaliber Deputi Sekretariat Presiden.

Lalu sungguhkah acara dan aktivitas yang dikakukan Presiden cuma itu saja selama sehari ?

Ah, kayaknya kok jadi naib banget !

Awak media harus netral dan independen tidak bisa harus di intervensi
bekapjabar.com

Banten, 29 September 2018

  1. Jacob Ereste
    *Penggagas Jurnalis Indonesia Bersatu*
    #abray/pais