Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Lakukan Seminar Live Wabinar

Spread the love

JAKARTA – BEKAP JABAR || Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Tutik Siswanti, SE,MSi, mengaku optimis apabila semua pihak mempunyai komitmen yang sama untuk membangun ekonomi dan bekerjasama mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah, maka kondisi ekonomi di tahun 2021 akan membaik di masa pandemi covid 19 sekarang ini.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan live webinar yang mengambil tema Kendali Economy Outlook Indonesia Tahun 2021 Pasca Pandemi Global ditinjau dari Mikro dan Makro Ekonomi dengan narasumber Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. H. Emil Salim. M.A dan Prof Dr. A, Dirwan. M.Sc, yang dihadiri beberapa jajaran pejabat Unsurya seperti Kaprodi Manajemen, Dr. Sri Yanthy Yosepaha, Spd, MM serta Kaprodi Akuntansi, Setiadi, SE.MM Sabtu (12/12).

Diakui Tutik, sektor ekonomi Indonesia merupakan sektor yang paling terkena dampak dari adanya pandemi covid 19 ini, mulai dari sektor ekonomi dalam skala besar sampai dengan skala kecil. Bahkan, akibat meluasnya virus covid 19 ini para pelaku bisnis, usaha hingga ekonomi negara Indonesia sendiri mengalami penurunan.

“Dengan kondisi yang sampai saat ini kita belum tahu kepastiannya ini, kita harus optimis kalau suatu saat nanti semoga di tahun 2021 kita akan bangkit kembali, lepas dari situasi dan menjalani kegiatan usaha dan ekonomi kita kembali secara normal,” ungkapnya.

Kegiatan seminar secara live webinar ini akan menjadi gambaran atau potret seperti apa ekonomi Indonesia khususnya di tahun 2021 nanti, sehingga dengan demikian banyak pihak bisa melakukan pemetaan strategi di masa yang akan datang.

Untuk kalangan akademisi sendiri, lanjut Tutik, kegiatan ini terkait tugas tridarma perguruan tinggi untuk menyampaikan beberapa informasi kepada para mahasiswa mengenai gambaran ekonomi Indonesia kedepan. Kemudian sebagai motivasi kepada para akademisi untuk kembali membangkitkan ekonomi seperti melakukan pengabdian masyarakat, riset dan lain-lain.

“Tetapi semua itu tidak bisa kita lakukan kalau kita tidak mengetahui atau memprediksi seperti apa kondisi ekonomi Indonesia secara makro di tahun 2021 nanti, atas dasar itulah kami mengadakan kegiatan seminar ini,” terangnya.

Dikatakan Tutik, akibat pandemi covid 19 ini banyak sekali industri yang mem-PHK karyawannya secara besar-besaran, perusahaan juga mengalami penurunan pendapatan, banyak perusahaan yang tidak bisa menopang beban operasional, bahkan banyak perusahaan yang melakukan penutupan kerja.

“Di masa pandemi covid 19 sekarang ini, kita lihat yang bertahan itu para pelaku UKM, basis ekonomi kerakyatan, meskipun tidak sebaik sebelum ada covid 19, tapi kita lihat mereka bisa lebih fleksibel mengikuti ini,” ungkapnya.

Untuk ekonomi skala makro, pandemi covid 19 ini juga berdampak terhadap inflasi dan sektor pasar modal, dimana pasar modal pun mengalami kelesuan yang sangat luar biasa karena ketidakpastian dan resiko investasi, sehingga para investor tidak merasa yakin untuk berinvestasi pada saat sekarang.

“Indonesia ini kan negara kepulauan, nah untuk daerah terluar itu selain masalah covid 19, mereka juga punya permasalahan sendiri seperti lokasi yg sulit untuk dijangkau kemudian distribusi barang ke wilayah-wilayah juga sulit dikirim, itulah yang menyebabkan kesenjangan,” tandasnya.
(bray).