Kepala Desa Cikarang Kota Terpilih “Piray” : Menolak Sertijab Tanpa Hadirnya Pj Kades Yusuf

Spread the love

BEKAP JABAR – KABUPATEN BEKASI || Kepala Desa (Kades) Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara (Cikut) terpilih masa bakti 2021-2027, Rahmat Gunawan, menolak prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kades di Aula Desa Cikarang Kota tanpa hadirnya Pj Kades Cikarang Kota, Yusuf, Kamis (11/2).

Pria yang akrab disapa Piray tersebut mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan keberadaan aset Desa Cikarang Kota, terutama sejumlah aset bergerak dan tidak bergerak kepada Pj Kades Cikarang Kota. Selain itu, dirinya pun akan mempertanyakan surat letter c dan Akta Jual Beli (AJB) lahan Desa Cikarang Kota.

“Saya pun akan mempertanyakan mengenai TKD (Tanah Kas Desa) seluas 28,5 hektar yang ternyata ada yang disalahgunakan karena satu surat dengan Desa Karangraharja. Kami pertanyakan kenapa tanah bengkok itu bisa menyatu dengan Desa Karangraharja,” tegasnya kepada para awak media.

Disinggung mengenai rencana pihak kecamatan yang akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi dan mengundang pihak terkait dalam menyikapi proses sertijab Kades Cikarang Kota, Piray mengaku siap untuk duduk bersama dengan sejumlah pihak-pihak terkait.

“Saya tidak mau kalau sertijab dengan Plt Kades, saya maunya dengan Pj Kades. Saya pun melihat tidak ada keterbukaan dari Pemerintahan Desa sebelumnya yang seharusnya ada serah terima apa aset kepada Kades Cikarang Kota terpilih,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikarang Kota, Chairul Muhsinin, mengakui prosesi sertijab tertunda dikarenakan tidak hadirnya Pj Kades Cikarang Kota, padahal dirinya adalah pihak yang menyerahkan aset inventaris desa dalam kegiatan sertijab ini.

Untuk menyikapi tertundanya proses sertijab Kades Cikarang Kota, kata dia, Camat Cikut akan briefing dengan DPMD pada hari senin nanti untuk mengundang Pj Kades Cikarang Kota agar secepatnya dilaksanakan agenda sertijab Kades Cikarang Kota.

Meski demikian, Chairul menegaskan jika sertijab bukanlah halangan bagi Kades terpilih dalam memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat, karena menurutnya aset desa juga merupakan aset Pemerintahan Daerah.

“Mengenai kosongnya data dalam perangkat komputer desa, kami telah meminta Kasi Pemerintahan untuk kembali menginput data administrasi agar pelayanan masyarakat tidak terhambat,” tandasnya. (bray).