Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang Kabupaten Bekasi dituding “Mandul” oleh Ketua Umum LSM Jeko Indra Pardede

Spread the love

BekapJabar.Com- pernyataan itu dilontarkan dikantornya LSM JEKO, Senin 17 Desember 2018 yang menyebut kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi tidak beres alias “MANDUL”
dimana kami sebagai masyarakat mengingingkan Kepastian Hukum, terkait segala aspek hukum, khususnya terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) maupun perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Daerah/Negara dan masyarkat. Sekian banyak Laporan LSM JEKO diperiode Tahun 2018 sampai saat ini sudah mendekati akhir tahun, sepertinya satupun belum ada yang ditindak lanjuti, sehingga kami sebagai Masyarakat madani Non Goverment Organizition (NGO) sangat menyayangkan fakta tersebut terjadi dikingkungan Kejaksaan Negeri Cikarang, ya.. ituh terjadi keanehan prilaku penegak Hukum, seandainya tidak memenuhi unsur, sebaiknya di SP3 kan sesuai kewenangannya, sehingga jelas seperti apa tindak lanjut laporan tersebut, pungkasnya. Sampai sekarang laporan tersebut hanya “dipetieskan” dan disimpan sebagai arsip bak “tak bertuan”
di atas meja, dan anehnya ketika laporan tersebut diklarifikasi ke bagian Tata Usaha bahwa laporan tersebut telah didisposisikan Kejari ke Kasi Pidsus, sementara saat dikalrifikasi langsung oleh Indra (KETUA LSM JEKO) dan Erik Sekjen LSM JEKO,
Surat tersebut “Antara ada dan Tiada” pasalnya menurut salah seorang Jaksa dibidang Pidsus mengatakan bahwa laporan tersebut tidak sampai ke meja beliau (PIDSUS) artinya “Raib bak hilang tanpa bekas” sungguh memalukan cara tata laksana surat yang tidak “kredibel” ungkapnya.
masih menurutnya beberapa waktu lalu Indra Ketua LSM JEKO juga menanyakan hal yang sama terkait keberadaan surat (Laporan) ke Kasi Intel, beliau Kasi Intel juga sempat kaget serta bingung karena di meja beliau surat tersebut juga tidak ada, anehnya Tanda terima surat tersebut Pak Haernadin
(Kasi Intel)
memintanya dan menanyakannya ke Kejari langsung, Kasi Intel mengatakan sabar pak ini sedang di telusuri dulu surat bapak, sembari menunggu tindaklanjut surat tersebut kami (LSM JEKO mengirim laporan lagi dengan kasus dan istansi yg berbeda pula dan sampai saat ini tidak ada yang jelas, tidak ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan (dipetieskan)
Saya menganggap kinerja Kejari Kabupaten Bekasi tidak beres
” MANDUL” parparnya dengan nada Ketus.. sebanyak lima (5) laporan dugaan Tindak Pidana Korupsi yang kami laporkan,
tak satupun laporan tersebut ada ujung pangkalnya, dan sampai saat ini Kejari tidak mau mengeluarkan surat SP 3, agar kami dapat melanjutkan laporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
Tetapi setiap ditanyakan sudah sejauhmana laporan tersebut pihak kami hanya mendapatkan jawaban sedang dalam proses, yang jadi pertanyaan buat kami ?… Kepada siapa lagi masyarakat harus melaporkan, dan Institusi yang bagaimana sebenarnya Kejaksaaan Negeri Cikarang ini ?biarkan masyarakat yang menilai, dan kami berharap segera ada evaluasi dari pihak yang berkompeten dan berwenang, agar tidak terjadi “Dugaan Markus” secara terus menerus, sehingga terwujud Good Goverment diwilayah Kabupaten Bekasi, dan bila diperlukan dalam waktu dekat kami akan segera menindak lanjuti fakta “miris” tersebut ke internal pihaknya, yaitu ke Komisi Kejaksaan… Tandasnya,
#~Yans