Ketua RW.07 Kata Muhammad Imron: Terpilihnya Suhendra Kembali Jadi Kepala Desa,Merupakan Sejarah Karangraharja

Spread the love

KABUPATEN BEKASI – BEKAP JABAR || Ketua RW 07 Perumahan Puri Mutiara Indah (PMI) Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Muhammad Imron, harapkan Kepala Desa (Kades) Karangraharja terpilih periode 2021-2027, Suhendra, dapat melanjutkan pembangunan di wilayah Desa Karangraharja.

Imron mengatakan, kembali terpilihnya Suhendra sebagai Kades merupakan sejarah di Desa Karangraharja, karena belum ada Kades Karangraharja yang bisa menjabat sampai dengan dua periode berturut-turut.

“Kami berharap Bapak Suhendra mampu mewujudkan Desa Karangraharja menjadi lebih baik lagi. Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari kerja keras tim pemenangan yang telah melakukan pendekatan kepada masyarakat,” ungkapnya kepada para awak media.

Imron menjelaskan, tim pemenangan melakukan sejumlah langkah untuk memenangkan Kades Suhendra, seperti melakukan sosialisasi program yang nyata dari Kades Suhendra, serta pendataan yang dilakukan sifatnya door to door langsung kepada masyarakat.

Dari total 1.133 suara yang masuk di RW. 07, kata Imron, sebanyak 908 suara mencoblos Cakades Suhendra atau sekitar 80 persen suara. Oleh karena itu dirinya berharap agar Kades Suhendra dapat memberikan perbaikan di wilayah Perumahan PMI khususnya dan Desa Karangraharja pada umumnya.

Secara keseluruhan, lanjut Imron, Kades Suhendra berhasil mendulang 10.222 suara dari total Data Pemilih Tetap (DPT) hampir 15 ribu. Dengan jumlah 29 RW. Hasil tersebut menurutnya menunjukkan jika Kades Suhendra masih dipercaya dan dicintai oleh masyarakat Desa Karangraharja.

Untuk masalah infrastruktur, Imron mengaku kalau Kades Suhendra telah 80 persen menyelesaikan infrastruktur di wilayah Perumahan PMI khususnya di lingkungan RW 07, dimana sebelumnya masih minim pembangunan.

Seperti diketahui, Kades Suhendra memperoleh suara terbanyak saat ajang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangraharja tanggal 20 Desember 2020. Pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2020 di wilayah Kabupaten Bekasi akan dilaksanakan di 16 desa, terpaksa ditunda hingga bulan Desember karena adanya pandemi covid 19

(bray)