MENIMBANG PEGAWAI HONORER KITA

Spread the love

Diskusi publik
Kamis, 20 September 2018:

*MENINBANG PEGAWAI HONORER KITA*

Program pemerintah untuk membuka lapangan kerja baru, ada baiknya melirik jumlah pegawai honorer di Indonesia yang jumlahnya bejibun nyaris tak terbilang jimlahnya.

Kebijakan Kementerian Penertiban Aparatur Negara dengan membuka kesempatan bagi 200 ribuan CPNS untuk tahun 2018, akan lebih bijak memberi prioritas pada pegawao honorer yang telah betahun-tahun mengabdikan diri.

Setidalnya, dedikasi dan loyalitas mereka sebagai pegawai honorer sudah teruji oleh waktu yang cukup lama. Sementara dalam UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, istilah tenaga pekerja honor telah dihapus dan diganti dengan istilah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga statusnya tidak ubah seperti kaum buruh atau pekerja umum di kawasan industri. Padahal dalam UU No. 43 Tahun 1999 Tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Pasal 2 ayat 3) seperti yang daksud dari ayat 1,bahwa pejabat yang berwenang dapat mengangkat pegawai tidak terap seperti yang selama ini dipahami sebagai pegawai honorer.

Inilah yang menjadi dasar Raymon S. Far Far SH MM serta Bisri Syamsuri Nasution S
Pd dari PKRI Cadsena dan Forum Honorer Indonesia ingin melaksanalan dislusi piblik bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Daerah RI pada Kamis, 20 September 2018 pukul 09.00 sampai selesai di Gedung Nusantara 6 Komplek DPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Untuk mengusut jalan berlilu pegawai honorer agar dapat diangkat menjadi pegawai tetap negara, diharap tampil sebagai nara sumber diantaranya Profesor Dr. Ir. Hj. Darmayanti Lubis. Mempan RB Syarifudin, Mendagri Tjahyo Kumolo, Drs. Agustinus Ibrahim Medah, Laks. TNI Purn. Ir. Bonar Simangunsong ME. MSc serta Ali Muchtar Ngabalin, Profesor Irjen Pol Faruk Muhamad, Profesor. Machfud MD.

Sementara para pembanding diharap hadir Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Profesor Muchtar Pakpahan, Dr. Syahganda Nainggolan.

Diskusi publik ini menurut Bisri Syamsuri Nasution diharap dapat memberi solusi kongkrit dari pegawai honorer di Indonesia yang sangat banyak. Jutaan mereka jumlahnya. Juga tidak sedikit diantaranya yang eudah usur berusia pensiun, kata saat diskusi terbatas di Perpustakaan Nasional pekan lalu.

Raymon Far Far, selaku Ketua Panitia Pelaksana berharap diskusi publik ini dapat diikuti oleh para pegawai honorer. Selain diharap bisa memberi masukan, dukungan moral pun sangat diperlukan untuk memperjuangkan nasib pegawai honorer Insonesia yang kurang mendapat perhatian.
#abray