OMNIBUS LAW PAHLAWAN ATAU PENGHIANAT

Spread the love

CIKARANG Bekasi – Mulai hari ini 6/10/2020 sampai 8/10/2020 semua komponen serikat pekerja menyerukan Mogok Nasional memprotes UU OMNIBUS LAW.

Buruh berdemo di depan SGC

UU OMNIBUS LAW sendiri artinya UU yang menggabungkan aturan dari beberapa subtansi peraturan yang berbeda menjadi dibawah satu payung hukum. Atau dengan kata lain UU lintas sektor, karena hampir 74 UU yang akan terdegradasi.

Di Indonesia sendiri UU OMNIBUS LAW terfokus kepada persoalan ekonomi seperti perpajakan, pemberdayaan UMKM dan Cipta Lapangan Kerja.

Tujuan awalnya adanya UU OMNIBUS LAW adalah baik, yaitu memangkas peraturan yang terlalu banyak menjadi satu payung hukum saja. Namun ternyata karena diindikasikan ditunggangi kepentingan kapitalis maka hampir semua pasal akan merugikan dan menyengsarakan rakyat.

Salah satu contoh :

  1. Sertifikasi halal dan perda syariah akan dihapuskan dengan dalih memudahkan produksi dan distribusi.
  2. Cuti Nikah/haid/melahirkan/ibadah/keluarga wafat dan lainnya dihilangkan dengan dalih meningkatkan produktifitas.
  3. Semua buruh/pekerja diberlakukan sistem kontrak/out sourching dengan dalih efisiensi
  4. Izin lingkungan dan amdal ditiadakan dengan dalih mempercepat investasi dan pembangunan.
  5. Regulasi semua aturan dipusatkan ketangan presiden, sehingga presiden berhak membatalkan UU dengan PP.

Selain itu masih banyak lagi point-point yang lain yang merugikan rakyat seperti pengebirian kebebasan pers, pelarangan kebebasan berpendapat, pembebasan aneka pajak bagi pemodal dan penghapusan berbagai subsidi bagi rakyat kecil, termasuk yang sedang di protes oleh para pekerja sekarang ini. Ams