Pasca ditetapkan sebagai Plt Bupati Bekasi, tidak ada sebuah terobosan yang substansial dan strategis

Spread the love

Pasca ditetapkan sebagai Plt Bupati Bekasi, tidak ada sebuah terobosan yang substansial dan strategis dalam menjalankan roda pemerintahan baik sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan, atau pun sektor lainnya.

Untuk sekedar menjadikan kegiatan silaturahmi subuh keliling menjadi protokoler Plt Bupati saja enggan. Ini membuktikan bahwa ruang-ruang silaturahmi, aspirasi dan diskusi tidak dibangun atau dibentuk oleh pemerintah itu sendiri. Apalagi untuk kegiatan coffe morning atau ngopi pagi bersama para stake holder.

Sudahlah, fokus saja pada pengabdian dan inovasi, toh gaji yang didapat tidak berkurang sedikit pun. Lalu berkaitan dengan proses hukum kasus suap perijinan meikarta biarkan mengalir, jangan takut jika tidak terlibat.

Banyaknya kekosongan jabatan strategis di pemkab Bekasi membuka celah penyerapan anggaran yang rendah, disintegrasi kerja aparatur dan sebagainya. Sikap kepemimpinan plt Bupati seyogyanya mampu membangunkan aparatur dari tidur panjangnya, atau bisa juga dari mimpi buruknya. Sebab, tangan dan kaki bergerak tanpa kepala akan semakin serampangan.

Kegiatan-kegiatan monitoring dan evaluasi bukan lagi menjadi agenda rutin setiap minggunya, Plt Bupati bisa melaksanakannya setiap hari disetiap SKPD yang berbeda, ketimbang menghadiri acara seremoni yang tak strategis, lebih baik memecahkan persoalan-persoalan yang ada, lalu menjalankannya.

Karena sesungguhnya kita ingin adanya alternatif dalam kebijakan yang tidak populis tetapi substansial.

#Jum’atBarokah
(San)