Pemdes Sukaraya Tegaskan : Pengadaan Ambulance Sudah Sesuai Prosedur

Spread the love

BEKAP JABAR – KABUPATEN BEKASI || Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, menegaskan bahwa pembelian mobil kereta kenangan atau mobil jenazah dianggarkan melalui Dana Desa (APBN) tahun 2019 dengan plat nomor merah atas nama Desa Sukaraya. Bahkan, pembeliannya pun sudah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kabupaten Bekasi.

Sementara untuk Mobil Ambulans dan Mobil Siaga Desa dengan plat nomor hitam merupakan hibah dari donatur atas nama Mudrikoh, yang berjanji jika Dano Sumarno terpilih menjadi Kepala Desa akan memberikan kendaraan yang dipergunakan untuk kepentingan desa, dan masing-masing atas nama tersebut diatas.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa (Kades) Sukaraya, Dano Sumarno, menyikapi beredarnya informasi di salah satu media cetak terkait pengadaan kendaraan ambulans di Desa Sukaraya kepada para awak media, kemarin.

Untuk kendaraan ambulans yang gambarnya dimuat dalam pemberitaan, diakui Dano, memang betul atas nama Tatan Rustandi yang didapat dari donatur, namun donatur meminta bukan atas nama si pemberi.

“Untuk saat ini nama di STNK masih sesuai aplikasi masing-masing, karena yang bersangkutan (donatur) tidak mau mengatasnamakan sendiri, juga belum dibalik nama ke Pemdes Sukaraya, dikarenakan pembelian unit tersebut melalui proses kredit. Apabila sudah lunas maka akan dibalik nama Pemdes Sukaraya,” ungkapnya.

Dano menegaskan jika anggaran desa tahun 2020 mengalami refocusing dan perubahan hingga empat kali. Anggaran perubahan tersebut dipandu oleh sejumlah aturan didalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu), Peraturan Menteri Desa (Permendes) dan Peraturan Bupati (Perbup).

“Memang di APBDes awal ada kegiatan fisik namun semuanya dialihkan ke penanganan darurat covid 19, mulai dari pencegahan sampai ke BLT (Bantuan Langsung Tunai). Untuk BLT saja sampai tiga tahap,” papar Kades Sukaraya ini.

Dirinya pun mempertanyakan jika ada informasi yang menyatakan pemberian Bantuan Sosial (Bansos) di Desa Sukaraya tidak merata. Bahkan dirinya mempersilahkan untuk dilakukan penghitungan jumlah penerima bansos di Desa Sukaraya. Dimana jumlahnya adalah paling banyak dari tujuh desa di wilayah Kecamatan Karangbahagia.

“Kecuali Bansos Provinsi, mengingat jumlah penduduk Desa Sukaraya sama dengan jumlah penduduk di tujuh desa lain di Kecamatan Karangbahagia. Ya kalau harus kebagian semua ya bingung Pemdes mau pake anggaran apa, kan dari APBDes cuma BLT saja,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemdes Sukaraya disebut telah melakukan penyelewengan pengadaan mobil ambulans dan anggaran APBDes, termasuk tudingan penyimpangan dalam penyaluran bansos bagi para (KPM) Keluarga Penerima Manfaat .(bray)