Pemerhati Sosial Bekasi : Zuli Zulkipli Mendukung Pemanfaatan Teknologi Dalam Mengatasi Soal Sampah

Spread the love

BEKAP JABAR – KABUPATEN BEKASI || Pemerhati Sosial Bekasi mendukung pemanfaatan teknologi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi yang saat ini sudah cukup memprihatinkan. Hal itu dinilai menjadi solusi yang lebih efektif jika dibandingkan dengan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu.

“Persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi harus menjadi perhatian serius Pemda Kabupaten Bekasi, seiring pertumbuhan perumahan dan industri, maka volume sampah masyarakat akan semakin besar,” ungkap salah satu Pemerhati Sosial Bekasi, Zuli Zulkipli kepada para awak media.

Mantan Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (F-BPD) Kabupaten Bekasi ini, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk segera melakukan evaluasi secara komprehensif agar persoalan sampah ini tidak berdampak buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.

“Menurut saya penerapan teknologi bisa membuat penanganan sampah akan menjadi lebih efektif dan maksimal, karena dengan perluasan TPA Burangkeng ini pasti akan ada keterbatasan,” paparnya.

Zuli pun mendorong segera dibentuknya regulasi dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) yang nantinya akan mengatur terkait persoalan sampah di Kabupaten Bekasi. “Prinsipnya Pemkab Bekasi mungkin perlu payung hukum ya supaya lebih aman dan nyaman. Jadi harus ada good will baik itu dari lembaga legislatif dan eksekutif untuk menciptakan Kabupaten Bekasi menjadi kota yang ramah lingkungan,” terangnya.

Seperti diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bekasi sendiri sudah melakukan kajian bahwa TPA Burangkeng hanya bisa menampung sampah di Kabupaten Bekasi sampai tahun 2021, sehingga tahun lalu Pemda Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah menganggarkan untuk perluasan TPA Burangkeng.

Pemerhati dan Konsultan Lingkungan Hidup, Nugraha Hamdan, menilai perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, bukan merupakan solusi dari persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, Pemda Kabupaten Bekasi melalui DLH sudah mendukung penerapan teknologi dalam penanganan sampah di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan paparan Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH dan Balitbangda, volume sampah di Kabupaten Bekasi mencapai dua ribu ton perhari, sementara yang masuk ke TPA Burangkeng hanya sekitar 800 ton per hari. (bray).