Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Daring di Era Pandemi

Spread the love
DASUKIH

Sejak munculnya virus covid 19 tahun 2020 di Negara Yuhan sampai merambah di berbagai benua baik benua Eropa,Amerika,Aprika, Australia dan juga benua Asia ,salah satunya yang ada di benua Asia yaitu Asia Tenggara terutama negara kita Indonesia ,sudah berbagai cara di lakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah yang di jalankan atau dilaksanakan oleh pemerintah  untuk mencegah menularnya covid 19, namaun dengan banyak cara yang di lakukan itu belum dapat diatasi dengan baik semakin hari bukan semakin berkurang tapi semakin hari semakin bertambah ,bahkan yang berguguran semakin banyak mulai orang yang berada digarda terdepan seperti dokter,perawat dan yang lainny bahkan sampai kepada masyarakat sendiri juga yang terpapar covid 19 pemerintah hampir sedikit kesulitan untuk menyediakan tempat buat penampungan para pasien yang terpapar covid 19 hampir –hampir sudahtidak bisa tertampung lagi hampir distiap rumah sakit penuh yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta lebih juga tempat pemakaman umum bagi para penderita covid yang meninggal.

Selain itu pula dengan adanya covid 19 diberbagai sector mengalami permasalahan yang cukup segnipkan, baik sector ekonomi, lebih –lebih dalam sector pendidikan di negara kiat,sehingga berbagai upaya pemerintah melakukan untuk menopang kegiatan tersebut,di bidang ekonomi pemerintah memberikan berbagai bantuan ada yang berupa sembako,BLT,BSU,UMKM dan yang lainnya untuk mendongkrok perekonomian yang ada dimasyarakat.Dalam dunia pendidikan pemerintah juga memberikan berbagai cara untuk mempermudah proses belajar dan mengajar walau dalam keadaan pandemic covid 19 ini,ada yang melalui TVRI,belajar daring ,belajar luring juga sampai-samapi pemerintah memberikan kuota internet baik untuk siswa maupun untuk guru untuk kegiatan belajar siswa,walau pun di sana sini masih banyak keluhan kesah  dari orang tua siswa dengan pembelajaran yang ada saat ini yang sedikit membingungkan bagi wali murid dalam system belajaran yang ada saat ini .Namun semua itu yang dilakukan agar tidak mnimbulkan klaster-klaster baru terutama dalam dunia pendidikan.

Proses menumbuhkan kemandirian belajar siswa di tengah pandemi COVID 19 ini bukan perkara yang mudah. Tantangan yang besar bukan menandakan hal ini sulit dilakukan, melainkan mudah dilakukan jika saling berkolabosari dan bersinergi bersama, baik antara guru, orang tua, maupun siswa. Salah satu cara mendukung proses kemandirian belajar siswa melalui disiplin positif. Aturan yang bersifat luwes, tegas, dan konsisten ini mampu memberikan feedback positif dalam perubahan perilaku di kalangan siswa, . Tanpa adanya kekerasan dan tetap menghormati pendapat siswa, penerapan disiplin positif dinilai mampu memberi dukungan siswa untuk menjadi pribadi yang mandiri baik dalam pengambilan keputusan, bertanggung jawab, dan mau merefleksikan diri atau instropeksi diri atas apa yang telah dilakukannya. Penerapan disiplin positif ini juga didukung dengan adanya penerapan buddy system dalam sekolah, sehingga dapat meminimalisir 13 konflik internal antar teman sekelas, jurusan, maupun sekolah. Bukan hanya itu, jika hal ini dapat diterapkan dengan baik di sekolah – sekolah maka sekolah  mampu mencetak generasi yang berkarakter dan unggul dalam di segala bidang walaupun saat ini belajar dalam keadaan pandemic atau covid 19.

Pandemi Covid 19 telah memaksa guru dan siswa untuk melakukan transformasi pembelajaran dari moda konvensional tatap muka di kelas kedalam moda digital melalui integrasi beragam jenis teknologi. Khususnya bagi guru, transformasi ini memaksa mereka untuk beradaptasi dengan beragam metode pembelajaran baru, berinteraksi dengan lingkungan pembelajaran yang kompleks, serta mengintegrasi teknologi pembelajaran dengan media digital yang mereka banyak belum familiar

Sampai saat ini covid-19 masih menyebar di seluruh dunia. Penyebaran virus ini menjadi penyebab angka kematian paling tinggi di berbagai negara dunia. Penyebaran virus ini pun sulit dikenali, karena virus ini baru dapat dikenali sekitar 14 hari.

Indonesia pun juga merasakan dampak dari penyebaran virus covid-19, semakin hari semakin cepat menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia. 

Akibat dari pandemi covid-19, pemerintah Indonesia membuat beberapa kebijakan, mulai dari pshycal distancing, PSBB, Work From Home (WFH),PPKM dan sebagainya. Upaya tersebut dibuat dengan tujuan memutus rantai penyebaran covid-19. Pebdidikan di Indonesia pun ikut menjadi dampak dari adanya pandemi covid-19 ini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan mengganti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Proses belajar mengajar dilakukan secara daring, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga ujian tatap muka secara langsung yang difasilitasi media teknologi. Baik itu platform e-learning yang dikembangkan oleh lembaga pendidikan itu sendiri, ataupun dengan aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi selerti zoom meet, google meet, google classroom dan sebagainya.

Dengan adanya kegiatan KBM secara daring tersebut baik guru ataupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan untuk menguasai bidang teknologi pembelajaran secara digital sebagai kebutuhan bagi mereka. Tuntutan tersebut dan dengan menggunakan media teknologi seperti google meet, zoom dan sebagainya membuat guru atau siswa secara tidak langsung semakin menguasai kemampuan dalam teknologi pembelajaran.

Setelah guru menguasai teknologi pembelajaran, maka akan dapat membuat metode pembelajaran baru dengan adanya teknologi tersebut. Misalnya guru membuat konten kreatif dengan membuat video pembelajaran sebagai bahannya. Siswa pun juga yang belajar dari rumah tidak mudah bosan dengan adanya metode tersebut.

Pengguanaan teknologi juga membuat siswa lebih kreatif dalam mengembangkan pengetahuan yang mereka miliki. Dengan adanya metode pembelajaran yang variatif dari guru, siswa mampu menciptakan produk pembelajaran yang kreatif dari analisis mereka tanpa keluar dari pokok bahasan.

Meskipun pendidikan di Indonesia ikut terdampak covid-19, namun dibalik semua itu ada hikmah dan pelajaran yang dapat diambil. Adanya kebijakan dari Kemendikbud untuk melakukan pembelajaran secara daring, dapat memberikan manfaat yaitu meningiatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini dan juga dapat mengatasi permasalahan sistem pendidikan di Indonesia. Juga tidak akan mengalami kemunduran bagi pendidikan yang ada di negara kita ,kita berdoa mudah-mudahan covid-19 cepat berakhir dan proses belajar mengjar dapat di laksanakan dengan tatap muka,

By : Dasukih,

SDN Pantai Harapan Jaya 02 Kec.Muaragembong

Mahasiswa Pascasarjana Prof.Dr.Hamka Jakarta

(red)