PENGGUNAAN TEKNOLOGI SEMIOTIKA SOSIAL (GOOGLE CLASSROOM) PADA SISTEM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Spread the love

Pembelajaran merupakan salah satu cara kita untuk memperbaiki setiap roda kehidupan kedepannya, memajukan pendidikan indonesia yang jadi kebih baik lagi. Menurut International Student Assessment (PISA) Indonesia berada pada peringkat bawah pendidikan dunia 2018, yang menghantarkan keterpurukan bagi segi pendidikan di Indonesia. Tingkat pendidikan yang rendah akan berimbas pada generasi bangsa indonesia untuk 10 tahun kedepan.

Sungguh menghawatirkan. Mungkin kalimat itu yang pantas untuk kita renungkan pada saat ini untuk tingkat pendidikan di Indonesia. Di tambah lagi saat ini Indonesia terkena dampak pandemik covid-19 yang membuat pendidikan di Indonesia memasuki masa tegang. Pendidikan di Indonesia terbengkalai, anak-anak tidak sekolah dan hanya berdiam diri dirumah. Orang tua siswa merasakan khawatir yang mendalam mengenai pendidikan untuk anak-anak mereka. Begitu juga dengan pemerintah, Indonesia membutuhkan generasi baru yang hebat agar Indonesia tetap maju dan hidup di bumi pertiwi ini.

Dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, berisikan mengenai tujuan nasional pembelajaran merupakan buat mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada kesimpulannya hendak menopang kesejahteraan rakyat. Rasanya kalimat ini sangatlah jauh dari realita pendidikan Indonesia, masih banyak perbaiki yang harus terus di kembangkan agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Maret 2020 adalah awal dari pandemik covid-19 membuat seluruh sekolah di Indonesia harus di liburkan, salah satunya adalah tingkat sekolah dasar (SD). Seluruh pembelajaran di Indonesia yang pada umumnya menggunakan pembelajaran tatap muka, harus berganti secara mutlak menjadi pembelajaran online. Ditengah pilu negeri yang sedang di uji namun pendidikan harus tetap dijalankan untuk generasi yang hebat.

Pemerintah menjadi garda terdepan dalam membantu segala kebutuhan warga negara Indonesia di tengah pandemik covid-19. Seluruh anggaran di berikan termasuk untuk sektor pendidikan, melalui gratis kuota internet dari kalangan sekolah dasar (SD) hingga mahasiswa beserta para guru dan dosen. Bantuan itu bertujuan agar terlaksananya pembelajaran daring sesuai dengan yang diharapkan, karena para siswa tetap membutuhkan pembelajaran untuk kehidupannya kedepan.

Masa pandemik covid-19 pembelajaran secara daring dilaksanakan menggunakan teknologi (gadget) sebagai pelantara pendidikan agar tetap berjalan. Guru dan peserta didik menggunakan ponsel pintar dalam menjalankan pembelajaran pada masa pandemik covid-19. Banyak aplikasi pembelajaran bermunculan yang bisa digunakan guru dalam mengajar, bahkan Kemendikbud sudah memberikan beberapa platform pembelajaran yang bisa di gunakan oleh guru dan peserta didik secara gratis atau tidak berbayar.

Teknologi pembelajaran menjadi jalan penengah dalam memajukan pendidikan di Indonesia selama pandemik covid-19. Munculnya teknologi pembelajaran membuat timbulnya istilah semiotika teknologi yang memberi tahu kita mengenai tanda-tanda yang kita harus kenali dalam teknologi yang menjadi pengantar pembelajaran di sekolah. Semiotika teknologi, memberikan informasi kita khususnya para guru untuk memudahkan penggunaannya agar efektif untuk peserta didik dirumah.

Salah satu aplikasi pembelajaran dalam penggunaan semiotika sosial adalah aplikasi google classroom. Google classroom merupakan sebuah platform pembelajaran yang didesain khusus untuk pembelajaran yang dilaksanakan secara gratis, menghemat kertas hingga memudahkan guru dan peserta didik saat pembelajaran jarak jauh selama pandemik covid-19. Fitur yang ada dalam aplikasi google classroom sangat lengkap dan mudah untuk digunakan dalam pembelajaran. salah satunya adalah fitur forum yang mana pada fitur tersebut guru bisa gunakan untuk memberitahukan informasi mengenai pembelajaran melalui pesan, video, power point ataupun gambar yang bisa guru unggah di fitur forum.

Selain fitur forum ada juga fitur tugas kelas, kegunaannya yaitu guru bisa mengunggah informasi secara berbeda dari fitur forum dengan cara menandai bahwa pesan, gambar, video atau power point dikirim oleh guru merupakan tugas yang dikerjakan harus sesuai dengan deadline atau batas waktu pekerjaan. Hal itu memudahkan guru dalam memberikan informasi secara online dan juga peserta didik bisa melihatnya dengan notif yang masuk pada gadgetnya agar lebih mudah memberikan informasi.

Aplikasi google classroom juga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaanya. Hal itu juga disadari oleh guru, peserta didik dan orang tua, namun tidak menjadi halangan untuk pembelajaran jarak jauh yang berjalan sesuai dengan apa yang menjadi harapan pendidikan di Indonesia.

Google classroom atau ruang kelas google merupakan suatu sarana media pembelajaran campuran untuk ruang lingkup pendidikan yang dapat memudahkan pengajar dalam membuat, membagikan dan menggolongkan setiap penugasan tanpa kertas (paperless). Software tersebut telah diperkenalkan sebagai keistimewaan dari Google Apps for Education yang rilis pada tanggal 12 Agustus 2014 (Corbyn, 2019).

Menurut website resmi dari Google, aplikasi Google Classroom merupakan alat produktivitas gratis meliputi email, dokumen dan penyimpanan. classroom di desain untuk memudahkan guru (pengajar) dalam menghemat waktu, mengelola kelas dan meningkatkan komunikasi dengan siswa-siswanya. Dengan google classroom ini dapat memudahkan peserta didik dan pengajar untuk saling terhubung di dalam dan di luar sekolah (Class, 2018).

Google classroom didesain untuk empat pengguna yaitu pengajar, siswa, wali dan administrator. Bagi pengajar dapat mengelola kelas, tugas, nilai serta memberikan masukan secara langsung (real-time). Siswa dapat memantau materi dan tugas kelas, berbagi materi dan berinteraksi dalam aliran kelas atau melalui email, mengirim tugas dan mendapat masukan dan nilai secara langsung. Administrator dapat membuat, melihat atau menghapus kelas di domainnya, menambahkan atau menghapus siswa dan pengajar dari kelas serta melihat tugas di semua kelas di domainnya (Graham & Borgen, 2018: 77).

2.            Manfaat Google Classroom

Google classroom ini memberikan beberapa

a.            Kelas dapat disiapkan dengan mudah, pengajar dapat menyiapkan kelas dan mengundang siswa serta asisten pengajar. Kemudian di dalam aliran kelas, mereka dapat berbagi informasi seperti tugas, pengumuman dan pertanyaan.

b.            Menghemat waktu dan kertas, pengajar dapat membuat kelas, memberikan tugas, berkomunikasi dan melakuan pengelolaan, semuanya di satu tempat.

c.             Pengelolaan yang lebih baik dalam hal ini siswa dapat melihat tugas di halaman tugas, di aliran kelas maupun di kalender kelas. Semua materi otomatis tersimpan dalam folder Google Drive.

d.            Penyempurnaan komunikasi dan masukan, pengajar dapat membuat tugas, mengirim pengumuman dan memulai diskusi kelas secara langsung. Siswa dapat berbagi materi antara satu sama lain dan berinteraksi dalam aliran kelas melalui email. Pengajar juga dapat melihat dengan cepat siapa saja yang sudah dan belum menyelesaikan tugas, serta langsung memberikan nilai dan masukan real-time. 5

e.            Dapat digunakan dengan aplikasi yang anda gunakan, kelas berfungsi dengan Google Document, Calender, Gmail, Drive dan Formulir.

f.              Aman dan terjangkau, kelas disediakan secara gratis. Kelas tidak berisi iklan dan tidak pernah menggunakan konten atau data siswa untuk tujuan iklan. Google Classroom dapat diakses melalui 2 cara yaitu melalui website dan aplikasi. Untuk website dapat diakses menggunakan browser apapun seperti: Chrome, FireFox, Internet Explorer ataupun Safari. Sedangkan untuk aplikasi dapat diunduh secara gratis melalui Playstore untuk Android dan App Store untuk google classroom merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan terciptanya ruang kelas di dunia maya. Selain itu, google classroom bisa menjadi sarana distribusi tugas, submit tugas bahkan menilai tugas-tugas yang dikumpulkan (Singer, 2017).

Dengan demikian, aplikasi ini dapat membantu memudahkan guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar dengan lebih mendalam. Hal ini disebabkan karena baik siswa maupun guru dapat mengumpulkan tugas, mendistribusikan tugas, menilai tugas dirumah atau dimanapun tanpa terikat batas waktu atau jam pelajaran. Menurut (Bender & Waller, 2014).

Google classroom sesungguhnya dirancang untuk mempermudah interaksi guru dan siswa dalam dunia maya. Aplikasi ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengeksplorasi gagasan keilmuan yang dimilikinya kepada siswa. Guru memliki keleluasaan waktu untuk membagikan kajian keilmuan dan memberikan tugas mandiri kepada siswa selain itu, guru juga dapat membuka ruang diskusi bagi para siswa secara online.

Namun demikian, terdapat syarat mutlak dalam mengaplikasikan google classroom yaitu membutuhkan akses internet yang mumpuni. Aplikasi google classroom dapat digunakan oleh siapa saja yang tergabung dengan kelas tersebut. Kelas tersebut adalah kelas yang didesain oleh guru yang sesuai dengan kelas sesungguhnya atau kelas nyata di sekolah.

Google classroom menggunakan kelas tersedia bagi siapa saja yang memiliki Google Apps for Education, serangkaian alat produktivitas gratis termasuk gmail,dan drive. Rancangan kelas yang mengaplikasikan google classroom sesungguhnya ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan siswa tidak menggunakan kertas dalam mengumpulkan tuganya.

3.            Tujuan penggunaan Google Classroom

Ada beberapa tujuan diciptakannya aplikasi google classroom yaitu Google classroom adalah platform pembelajaran campuran yang dikembangkan oleh google untuk sekolah yang bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas dengan cara tanpa kertas (Lawson, 2014).

Tujuan dari pengenalan google classroom adalah agar siswa paham cara penggunaan google classroom. Selain itu, siswa dapat mengetahui bahwa bukan hanya modul saja yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran tetapi siswa juga dapat belajar mandiri dan termotivasi dengan menggunakan media google classroom yang merupakan sistem manajemen pembelajaran untuk sekolah-sekolah dengan tujuan memudahkan pembuatan, pendistribusian dan penilaian tugas secara paperless.

Google Classroom berperan sebagai media atau alat yang dapat digunakan oleh pengajar dan siswa untuk menciptakan kelas online atau kelas secara virtual, menghemat waktu, pengajar dapat memberikan pengumuman maupun tugas ke siswa yang diterima secara langsung (real time), agar semuanya tetap teratur oleh siswa tersebut (Abid Azhar & Iqbal, 2018).

4.            Kelebihan Google Classroom

Berikut beberapa kelebihan menggunakan google classroom yakni:

a.            Guru dapat menambahkan siswa secara langsung atau berbagi kode dengan kelasnya untuk bergabung. Hal ini berarti sebelumnya guru di dalam kelas nyata (di sekolah) sudah memberitahukan kepada siswa bahwa guru akan menerapkan google clasroom dengan syarat setiap siswa harus memiliki email pribadi dengan menggunakan nama lengkap pemiliknya (tidak menggunakan nama panggilan/samaran).

b.            Guru memberikan tugas mandiri atau melemparkan forum diskusi melalui laman tugas atau laman diskusi kemudian semua materi kelas disimpan secara otomatis ke dalam folder di google drive.

c.             Selain memberikan tugas, guru juga dapat menyampaikan penguman atau informasi terkait dengan mata pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa di kelas nyata pada laman tersebut. Siswa dapat bertanya kepada guru ataupun kepada siswa lain dalam kelas tersebut terkait dengan informasi yang disampaikan oleh guru.

d.            Siswa dapat melacak setiap tugas yang hampir mendekati batas waktu pengumpulan di laman tugas, dan mulai mengerjakannya cukup dengan sekali klik.

e.            Guru dapat melihat dengan cepat siapa saja yang belum menyelesaikan tugas, serta memberikan masukan dan nilai langsung di kelas.

5.            Kekurangan Google Classroom

Kekurangan menggunakan google classroom yakni:

a.            Mengaplikasikan google clasroom tentunya bukan hal mudah bagi guru yang tidak memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.

b.            Membutuhkan koneksi internet yang memadai untuk mengirim tugas dan mengunggah materi.

c.             Membutuhkan perangkat yang mempunyai kapasitas penyimpanan.

6.            Google Classroom sebagai media pembelajaran

Google Classroom sebagai media pembelajaran Pada tahap awal di tahun 2014-2016 pengembangan google classroom tidak diperuntukan untuk semua orang hanya sekolah yang berkerjasama dengan google, namun di bulan Maret 2017 google classroom dapat diakses oleh seluruh orang dengan menggunakan google pribadi.

Hal ini yang dapat dimanfaatkan oleh guru, siswa dan wali murid dalam pembelajaran, sehingga tidak diperlukan kerjasama dengan google. Pemanfaatan secara terbuka dapat memberikan keuntungan bagi pengguna google classroom.

7.            Fitur – Fitur Google Classroom

Google classroom membantu untuk memonitoring siswa untuk belajar. Guru dapat melihat seluruh aktivitas siswa selama pembelajaran di google classroom. Interaksi antara guru dan siswa terekam dengan baik. Adapun fitur yang dimiliki oleh google classroom:

a.            Assigmenments (tugas) Penugasan disimpan dan dinilai pada rangkaian aplikasi produktivitas google yang memungkinkan kolaborasi antara guru dan siswa atau siswa kepada siswa. Dokumen yang ada di google drive siswa dengan guru, file didrive siswa dan kemudian diserahkan untuk penilaian. Guru dapat memilih file yang kemudian dapat diperlakukan sebagai template sehingga setiap siswa dapat mengedit salinannya sendiri dan kemudian kembali ke nilai kelas alih-alih membiarkan semua siswa melihat, menyalin, atau mengedit dokumen yang sama. Siswa juga dapat memilih untuk melampirkan dokumen tambahan dari drive mereka ke tugas.

b.            Grading (pengukuran) Google classroom mendukung banyak skema penilaian yang berbeda. Guru memiliki pilihan untuk melampirkan file tugas sehingga siswa dapat melihat, mengedit, atau mendapatkan salinan individu. Siswa dapat membuat file dan kemudian menempelkannya ke tugas jika salinan file tidak dibuat oleh guru. Guru memiliki pilihan untuk memantau kemajuan setiap siswa pada tugas di mana mereka dapat memberi komentar dan edit. Mengembalikan tugas dapat dinilai oleh guru dan dikembalikan dengan komentar agar siswa dapat merevisi tugas dan masuk kembali. Setelah dinilai, tugas hanya dapat diedit oleh guru kecuali jika guru mengembalikan tugas masuk.

c.             Communication (komunikasi) Pengumuman dapat diposkan oleh guru ke arus kelas yang dapat dikomentari oleh siswa yang memungkinkan komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Siswa juga dapat memposting ke aliran kelas tapi tidak akan setinggi prioritas sebagai pengumuman oleh seorang guru dan dapat dimoderasi. Beberapa jenis media dari produk Google seperti file video YouTube dan Google Drive dapat dilampirkan ke pengumuman dan pos untuk berbagi konten. Gmail juga menyediakan opsi email bagi guru untuk mengirim email ke satu atau lebih siswa di antarmuka Google Kelas. Kelas dapat diakses di website atau melalui aplikasi seluler Android dan IOS Classroom.

d.            Time-Cost (hemat waktu) Guru dapat menambahkan siswa dengan memberi siswa kode untuk mengikuti kelas. Guru yang mengelola beberapa kelas dapat menggunakan kembali pengumuman, tugas, atau pertanyaan yang ada dari kelas lain. Guru juga dapat berbagi tulisan di beberapa kelas dan arsip kelas untuk kelas masa depan. Pekerjaan siswa, tugas, pertanyaan, nilai, komentar semua dapat diatur oleh satuatau semua kelas, atau diurutkan menurut apa yang perlu dikaji.

e.            Archive Course (arsip program) Kelas memungkinkan instruktur untuk mengarsipkan kursus pada akhir masa jabatan atau tahun. Saat kursus diarsipkan, situs tersebut dihapus dari beranda dan ditempatkan di arsip kelas untuk membantu guru mempertahankan kelas mereka saat ini. Ketika kursus diarsipkan, guru dan siswa dapat melihatnya, namun tidak dapat melakukan perubahan apapun sampai dipulihkan.

f.              Mobile Application (aplikasi dalam telepon genggam) Aplikasi seluler google kelas, yang diperkenalkan pada bulan Januari 2015, tersedia untuk perangkat IOS dan android. Aplikasi membiarkan pengguna mengambil foto dan menempelkannya ke tugas mereka, berbagi file dari aplikasi lain, dan mendukung akses offline.

g.            Privacy (privasi) Berbeda dengan layanan konsumen google, google classroom, sebagai bagian dari G Suite for Education, tidak menampilkan iklan apa pun dalam antarmuka untuk siswa, fakultas, dan guru, dan data pengguna tidak dipindai atau digunakan untuk tujuan periklanan. Semua fitur tersebut dapat digunakan oleh guru selama pembelajaran. Guru dapat dengan mudah mempelajari penggunaan dengan belajar secara mandiri dengan melihat di google support pada google classroom. Cara akses dan penggunaan dibedakan berdasarkan platform yang digunakan seperti komputer, telepon genggam berbasis android dan IOS. Selain melalui google support dapat melalui channel di youtube mengenai google classroom. Pada dasarnya tahap awal yang dilakukan yakni dengan melakukan login dengan menggunakan akun G Suite for Education atau google pribadi/email google.

KOSIM NURSEHA

BIODATA PENULIS,

KOSIM NURSEHA, Tempat Tanggal Lahir, Bekasi, 3 Juni 1970. Berprofesi seorang guru di SD Negeri mekarmukti 05,  sekarang sedang menempuh pendidikan S2 di Sekolah Pascasarjana Program studi Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia Semester 3 di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA/ UHAMKA Jakarta.

(red)