Penolakan Cawabup dari Luar Bekasi Membuat Wakil Ketua DPRD angkat Bicara

Spread the love

BEKAP JABAR

CIKARANG PUSAT

Penolakan calon Wakil Bupati Bekasi dari luar Bekasi membuat ‘gerah’ Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Daris. Menurutnya siapapun bisa menjadi Wakil Bupati Bekasi asalkan memenuhi prosedur.

“Soal wakil bupati yang tepat itu harusnya yang mempunyai komitmen untuk membangun masyarakat Bekasi. Kita udah gak bisa lagi bicara ini Bekasi, ini asli Bekasi, ini pendatang. Kita tidak bisa bicara itu lagi,” katanya.

Penolakan calon Wakil Bupati Bekasi berasal dari beberapa elemen masyarakat. Mereka beranggapan Wakil Bupati Bekasi harus asli Bekasi.

Daris menuturkan, saat ini di anggota DPRD Kabupaten Bekasi tidak hanya diisi oleh warga asli Bekasi. Tapi juga berasal dari daerah lain.

“Contohnya kita lihat di DPRD. Sekarang yang terpilih menjadi anggota DPRD, wakil rakyat Kabupaten Bekasi itu udah kelahiran Jawa Timur, Solo dan lainnya. Jadi menurut aku tidak masalah,” katanya.

Menurut Daris, tidak menjadi persoalan jika Wakil Bupati Bekasi bukan orang asli Bekasi. Terpenting, kata dia, memilki komitmen untuk membangun Kabupaten Bekasi.

“Kita lihat mantan Bupati Neneng, asli Pebayuran, punya pengalaman dua periode tapi kena masalah. Kan artinya tidak punya komitmen membangun. Jadi komitmen untuk membangun wilayah di kita itu hampir gak ada. Kita butuh orang yang punya komitmen itu,” katanya.

“Bupati ataupun Wakil Bupati itu harus mengikuti dan mengimbangi kepala dinas, kepala seksi, dan perangkat OPS. Dia harus menjadi leader. Seorang pemimpin harus menjadi otak dari sebuah perencanaan,” lanjutnya.

Jika ada kandidat Wakil Bupati Bekasi yang memiliki komitmen membangun, kata Daris, Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Bekasi akan mendukungnya. Meskipun bukan asli orang Bekasi.(bray/top)