SPPT 2014 Hilang atau Sengaja tidak dilampirkan sebagai Barang Bukti dalam Berkas Tuntut JPU Kejaksaan Negeri PAMEASAN

Spread the love

Rabu , 2 Desember 2020 | 13:00 WIB

Sidoarjao , – JPU daru Kejaksaan Negeri Pamekasan menuntut Guru SDN 1 Kecamatan Omben Kabupaten Sampang dengan Terdakwa bernama Mahmud 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, Selasa (1 /12/2020).
Adapun Mahmud merupakan terdakwa kasus dugaan beralihnya Tanah exs TKD Kolpajung Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan.

“Berdasarkan surat tuntutan yang di bacakan JPU adalah sebagai berikut Kami penuntut umum, menuntut supaya majelis hakim agar menyatakan, satu, menyatakan terdakwa Mahmud terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana merugikan keuangan Negara ,” kata JPU saat membacaakan surat tuntutannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabya , Selasa. Menurut JPU hal yang meringankan Mahmud adalah bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum Sementara hal memberatkan adalah terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Mendengar kliennya di tuntut 5 tahun Kuasa Hukum atau Penasehat Hukum Mahmud Adv Nisan Radian SH. Mengungkapkan jujur saya terkejut” pasalnyakan temen – temen tahu selama persidangan bahwa sidang tindak pidana korupsi ini tidak layak di nyatakan sebagai sidang tindak pidana korupsi karena selama persodangan kita hanya disuguhkan oleh jaksa dan Majelis Hakim tentang sengketa Tanah atau sidang Sah tidak sahnya sertifikat Tanah yang di mohonkan pada terdakwa mahmud pada Kantor Pertanahanan Kabupaten Pamekasan itu aja ujar Adv Nisan Radian SH.

Sungguh saya terkejut kata Adv Nisan Radian SH, terkejut Atas tuntutan yang dibacakan JPU, terhadap Kliennya yang dituntut 5 tahun penjara oleh JPU Kejaksan Negeri Pamekasan.

Bahkah menurut Adv Nisan Radian menduga merasa ada ‘kreativitas’ yang dibangun JPU untuk menjerat Kliennya.

“Kaget memang kaget, tetapi dari awal kasus ini kami sudah berasa bahwa ada sesuatu yang sudah dibangun. Untuk dapat menahan klien saya hal terlihat Pada saat klien saya ditetapkan tersangka oleh Penyidik Polri kerena sangat jelas dalam pemeriksaan oleh penyidikpun tidak pernah di tunjukan Barang Bukti seperti SPPT dan Lembaran Buku Leter C”. Dari itu saja saya sudah menangkap ada ‘kreativitas’ yang luar biasa,” sambungnya. kata Adv Nisan Radian SH selepas mengikuti sidang tuntutan, Selasa Siang

Adv Nisan Radian SH merasa ada yang janggal dengan kasus ini karena Surat Dakwaan dengan Barang Bukti berbeda seperti uraian nama pemilik tanah SPPT yang Ganda lalu Barang Bukti dakwaan tidak sama juga dengan Barang Bukti Surat Dakwaan kan aneh contohnya JPU dalam Surat Dakwan sangat jelas SPPT 2014 sampai 2016 sebagai barang Bukti yang di Sita oleh Penyidik Polri namun dalam surat tuntutan Berkas tersebut hilang atau sengaja tidak dilampirkanoleh JPU dalam Tuntutannya sebagai barang bukti. Top