Warga Cabang Tanggul Keluhkan Air Sungai Berubah Hitam Dan Bau

Spread the love

BEKAP JABAR
CIKARANG – BEKASI

Opal biasa orang lain menyapa nya,salah satu warga cabang desa karang asih rt.06/rw.09 kecamatan Cikarang-Utara Kab.Bekasi, warga cabang mengeluhkan air tanggul yang sudah tercemar Air Limbah yang di duga sengaja di buang oleh oknum perusahan, yang mengalir melintasi kampung cabang,plaukan dan kampung pule.

Opal menjelaskan kepada awak media ungkap nya,air tanggul hitam dan bau sudah hampir dua mingguan,saya dan masyarakat desa karang asih,yang tinggal di bantaran kali tanggul cabang,sering kali kami mengeluhkan hal ini yaitu pencemaran air limbah di wilayah kami,kami tidak bisa berbuat apa apa,karna kami tidak paham harus mengadu dan melaporkan kepada siapa,merasa keluhan kami tidak di gubris dan tidak di tanggapi,bahkan pernah ada dari pihak pekerja pengairan yang memotong rumput diapun seolah tidak mo tau bahkan terkesan cuek,terhadap apa yang terjadi kepada warga kami yang ada di bantaran kali tanggul cabang,ungkapnya opal. Senin (27/05)

lanjutnya opal,bahkan kami dan warga sekitarnya,merasa gak nyaman dengan bau air tanggul yang tercemar di duga limbah pabrik,hampir setiap pagi siang malam kami merasakan bau dan mual serta pusing,bahkan air nyapun melipas masuk ke rumah kami,badan kamipun sudah merasa gatal gatal,karna setiap hari kami cuci baju,cuci piring bahkan mandipun kami di tanggul ini.

lanjutnya opal, harapan kami mohon kepada dinas pengairan dan aktivis LH juga GEPAL gerakan peduli alam dan lingkungan agar bisa menanggapi keluhan kami warga desa karang asih kampung cabang,supaya tanggul yang selama ini air nya,menjadi kebutuhan warga tidak hitam dan bau seperti sekarang yang kami rasakan,sehingga imbas nya mengganggu kesehatan warga yang tinggal di bibir tanggul cabang dan sekitarnya keluhnya opal.

warga berharap sebagai pemerhati lingkungan hidup,dari pemkab bekasi agar ada langkah langkah tegas dari dinas pengairan terhadap oknum di duga limbah ini berasal dari pabrik,langkah pertama kami mohon tolong tindak tegas bagi oknum yang sengaja membuang air limbah ke sungai yang mengalir di wilayah kami,selanjutnya tolong hentikan sumber pencemaran dan pembersihan unsur pencemaran,dan remidiasi (upaya pemulihan pencemaran libgkungan hidup) rehabilitasi (upaya pemulihan untuk mengembalikan nilai, fungsi, dan manfaat lingkungan hidup termaksud upaya pencegahan kerusakan lahan, memberikan perlindungan dan memperbaiki ekosistem) restorasi (upaya pemulihan untuk menjadikan lingkungan hidup atau bagian-bagian nya berfungsi kembali sebagai mana semula

lanjutnya, pencemaran lingkungan hidup menurut pasal 1 angka 14 UU nomor 32 tahun 2019 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau di masukannya mahluk hidup,Zat,Energi, dan/atau oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah di tetapkan.

pada dasarnya setiap orang yang melakukan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan serta melakukan pemulihan lingkungan hidup pungkas nya. (abray)