WARGA DESA KARANGANYAR MENGELUHKAN SIKAP KEPALA DESANYA

Spread the love

KABUPATEN BEKASI – Warga masyarakat Desa Karanganyar, Kecamatan Karangbahagia, mengeluhkan figur Kepala Desa (Kades) Karanganyar, Arnih Aryani, yang bekerja kurang profesional dan tidak bisa melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Salah satu warga RT. 02 RW. 03 Desa Karanganyar, Nosar Bule mengatakan, selama ini Kades Karanganyar kurang merespon setiap aspirasi dan keluhan warganya. Bahkan realisasi bantuan pemerintah sendiri kurang dirasakan oleh masyarakat.

“Selama ini warga mau ketemu sama Kades aja susah. Setiap warga datang Kades tidak pernah ada. Kalaupun Kades sedang sibuk kasih waktu dong buat warganya,” sesal Ketua Karang Taruna Kecamatan Karangbahagia ini kepada para awak media.

Nosar mencontohkan, saat warga mendatangi Kantor Desa Karanganyar untuk menyampaikan aspirasi dan meminta solusi mengenai pembentukan RT di wilayahnya, sejumlah warga malah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dan terkesan dipandang sebelah mata.

“Iya saat itu pas rapat minggon warga malah diusir oleh oknum Sekdes, katanya yang tidak diundang diharap keluar, beliau (kades) kan pemimpin di Desa Karanganyar, masa kayak gitu memperlakukan warganya,” tegasnya.

Dikatakan Nosar, berdasarkan aturan, RT sudah bisa dibentuk jika mempunyai 60 Kepala Keluarga (KK). Sementara di Perumahan Mutiara Puri Harmoni (MPH) itu sudah ada 537 KK, sehingga sudah layak dibentuk RT sendiri, bahkan RW.

Aspirasi warga tersebut, lanjut dia, sudah disampaikan cukup lama, tetapi sampai sekarang aspirasi tersebut tidak pernah direspon oleh pihak Pemerintah Desa. Hal itu pun menimbulkan pertanyaan besar bagi warga Perumahan MPH.

“Warga kan ingin punya domisili KTP dan KK yang jelas. Kalau enggak punya KK yang jelas gimana mau mendapatkan bantuan dari pemerintah di masa covid 19 sekarang ini. Banyak warga yang sudah tinggal dua sampai tiga tahun tetapi belum punya identitas kependudukan,” tandasnya.

Saat coba dikonfirmasi, awak media belum berhasil untuk bertemu dengan Kepala Desa Karanganyar, Arnih Aryani, baik di kantor desa maupun di rumah tempat tinggalnya. Red