Warga Muara Gembong Akan Mengadukan PERTAMINA

Spread the love

Bekasi, bekapjabar.com – Masyarakat petani tambak dan nelayan pantai Beting Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang wilayahnya tercemar dan terdampak akibat tumpahan minyak mentah dari Pertamina mulai resah, karena hingga saat ini, penanganan pembersihan tumpahan minyak tersebut belum juga bisa diselesaikan oleh pihak Pertamina, akibatnya sampai saat ini petani tambak dan nelayan di wilayah tersebut belum bisa
melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Dari kerugian akibat tercemarnya air laut yang masuk ke tambak-tambak dan perairan di seputar pantai bahagia mengakibatkan gagal panen dan matinya ikan-ikan serta benih-benih ikan di tambak mereka.

Seorang Warga Pantai Beting Menunjukkan Tumpukan Karung Berisi Tanah Yang Terkena Tumpahan Minyak Milik Pertamina. Hingga Saat Ini, Tumpukkan Tersebut Sudah Mencapai 7 Ribu Karung.

“Kami tidak memiliki lagi penghasilan dari mata pencaharian kami sebagai petani tambak dan nelayan di Pantai Bahagia ini. Dan sampai saat ini, belum ada perhatian dan bantuan langsung dari pihak Pertamina yang notabene sebagai penyebab tumpahnya minyak mentah miliknya (Pertamina, red) tersebut di sekitar perairan di wilayah kami,” ujar Herman, salah seorang petani tambak di Lantai Beting, Jumat (09/08/2019).

“Tadinya paling tidak kami bisa memiliki penghasilan sekitar Rp150-200 ribu per hari dari hasil tambak dan tangkapan ikan di daerah kami. Tapi sekarang ini, kami tidak memiliki penghasilan berapapun, bagaimana mungkin kalau tambak dan perairan di wilayah kami semua tergenang dengan tumpahan minyak milik Pertamina tersebut,” keluhnya kembali.

Oleh karenanya, melalui kantor Hukum Advokat Rudi Purnawan, SH & Bilhuda SH, yang datang meninjau lokasi yang tercemar, Herman bersama warga Pantai Beting Desa Pantai Bahagia lainnya akan mengajukan gugatan kepada Pertamina mengenai ganti rugi kepada masyarakat petani tambak dan nelayan yang mengalami kerugian akibat dampak dari tumpahan minyak mentah Pertamina yang mencemari tambak dan air laut di seputar wilayah mereka.

Advokat Rudi Purnawan, SH & Bilhuda, SH, Didampingi Masyarakat Pantai Beting Meninjau Lokasi Tambak-tambak Yang Tercemar Tumpahan Minyak Mentah Milik Pertamina, di Pantai Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (09/08/2019).

“Kami menuntut ganti rugi kepada Pertamina,” ujar Herman yang juga diamini oleh para warga petani tambak dan nelayan di Pantai Beting.

Sementara itu, Rudi Purnawan, SH mengatakan, ia bersama rekannya menginvarisir dan menelusuri sepanjang Pantai Beting yang terkena dampak tumpahan minyak Pertamina, apa saja kerugian yang dialami warga akibat peristiwa tersebut.

“Kami sedang menginvarisir apa-apa saja kerugian yang diderita masyarakat dan dampak apa saja yang dapat berakibat buruk bagi kesehatan lingkungan di wilayah ini. Dan sesegera mungkin kami akan mengajukan pengaduan serta gugatan “Class Action” kepada pihak-pihak yang terkait atas terjadinya kasus ini,” pungkasnya. (Satria)