WHATSAPP dan GOOGLEMEET DI SDN PANTAI HARAPAN JAYA 04 MUARAGEMBONG

Spread the love

Pandemi  Covid-19  merupakan  musibah  besar  bagi  penduduk  bumi. Seluruh elemen kehidupan manusia di bumi terganggu, tanpa kecuali pendidikan. Banyak negara menutup sekolah, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, termasuk Indonesia. Krisis benar-benar datang tiba-tiba, pemerintah di belahan bumi manapun termasuk Indonesia harus mengambil keputusan yang pahit, menutup sekolah untuk mengurangi kontak orang-orang secara masif, dan untuk menyelamatkan hidup atau tetap harus membuka sekolah, dalam rangka survive para pekerja dalam menjaga keberlangsungan ekonomi.

Segala daya dan upaya sudah dilakukan pemerintah guna memperkecil kasus penularan Covid-19, tak terpungkiri salah satunya adalah kebijakan belajar online, atau dalam jaringan (daring) untuk seluruh peserta didik karena adanya pembatasan sosial. Berkenaan dengan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yaitu proses belajar dari rumah. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko penularan, dengan belajar dari rumah bagi peserta didik, termasuk bekerja dari rumah (work from home) bagi para guru dan para pegawai pemerintah. Kebijakan ini menuntut pembelajaran dilakukan secara online. Salah satu strategi online yakni dengan e-learning.

Kebijakan pendidikan berbasis teknologi menjadi booming, mulai proses pembelajaran online, seminar online, sampai kuliah kerja nyata online. Pembelajaran mulai tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi secara beramai ramai migrasi dari model konvensional (tatap muka di kelas) menuju modern dengan perangkat teknologi. Satu sisi penggunaan teknologi bagi dunia pendidikan merupakan tantangan, sekaligus ancaman bagi lembaga yang tidak menggunakan teknologi, penguatan teknologi juga merupakan amanah dari revolusi industri 4.0 yang sebentar lagi beranjak menuju revolusi industri 5.0.

Namun, di era pandemi, permasalahan bukan hanya timbul dari metode pembelajaran saja, melainkan juga dari media pembelajaran, Media pembelajaran sangat dibutuhkan oleh guru agar siswa bisa menerima informasi atau pesan dengan baik. Guru dituntut untuk mampu menggunakan media pembelajaran sesuai perkembangan zaman. Sebagai fasilitator, guru berperan menciptakan kondisi belajar yang kreatif, aktif, inovatif, serta edukatif. Fasilitas ini dapat berupa perangkat belajar atau bahan ajar berupa audio visual, film, televisi, komputer, dan internet. Perkembangan media pembelajaran berlangsung secara cepat dan membentuk budaya baru. Ciri yang mendominasi adalah munculnya kreatifitas dan inovatif. Peserta didik secara langsung terlibat dalam kegiatan meliputi melihat, mendengar, merasakan, dan bereksplorasi.

Mulai dari sinilah guru, siswa dan orang tua harus bersahabat dengan yang namanya semiotika teknologi, yang terdapat pada Handphone dengan aplikasi – aplikasi canggih yang saat ini menjadi popular terutama untuk mendukung kegiatan pembelajaran online seperti Learning Management System (LMS), Google Classroom, Googlemeet, WhatsApp dsb. Dalam hal ini SDN Pantai Harapan Jaya 04 Muaragembong Menggunakan WhatsApp dan GoogleMeet  dimana aplikasi tersebut dijadikan sebagai ruang kelas baru dalam pembelajaran online, disinilah siswa dan guru bertemu secara online mulai dari absen, tegur sapa, penugasan, pemberian materi yang dapat dengan mudah siswa gunakan. Aplikasi ini cukup mendukung dalam proses pembelajaran saat ini walaupun ada beberapa kendala seperti sinyal, kuota yang terbatas dan keterbiasaan siswa maupun orang tua yang menjadi pendamping utama saat ini. namun hal ini tidak menyurutkan semangat belajar anak – anak.  Kenapa menggunakan dua aplikasi dalam proses pembelajaran Daring saat ini karena dua aplikasi tersebut WhatsApp dan Google Meet ialah salah satu aplikasi yang sudah sangat familiar dikalangan masyarakat yang memiliki Handphone androit terutama WhatsApp yang sangatlah mendukung dari kalangan menengah kebawah seperti didaerah Pantai Harapan jaya Muaragembong yang dimana mayoritas warganya hanya sebagai nelayan, buruh tani pedagang namun semangat belajar anak – anak sangatlah tinggi oleh karenanya sekolah menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitarnya terutama keadaan orang tua siswa yang masih berpendidikan paling tinggi SLTP. Pada WhatsApp gunakan untuk hal utama dalam komunikasi menyampaikan tugas, absen siswa, photo – photo maupun video kegiatan yang di intruksikan pada siswa dalam hal pembelajaran tertentu. Untuk google meet gunakan sebagai ruang temukangen dimana guru siswa dan teman – temannya dapat berkomunikasi secara langsung tegur sapa bercerita dan juga penyampaian materi secara online yang dijelaskan langsung oleh guru.

Banyak aplikasi teknologi yang bisa digunakan guru dalam upaya memberikan makna pada pembelajaran daring. Terpenting adalah pemanfaatan secara maksimal sumber-sumber semiotika teknologi di aplikasi tersebut, sehingga pesan yang ingin disampaikan guru dalam pembelajaran daring tersebut bisa tersampaikan dan diterima siswa secara optimal. WhatsApp dan Google Meet yang menjadi pilihan SDN Pantai Harapan Jaya 04 Muaragembong saat ini sudah cukup mendukung dan mudah dalam mengoprasikannya sehingga pada pembelajaran online dapat berjalan lancar sampai saat ini.

Semua ini menjadi salah satu tuntutan era revolusi industri dan penguatan penggunaan teknologi. Banyak kritik dilontarkan dengan pendidikan berbasis teknologi. Salah satunya adalah belum familiarnya masyarakat menggunakan teknologi. Betapapun canggihnya teknologi yang digunakan belum mampu menggantikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Karena metode interaksi tatap muka konvensional masih jauh lebih efektif dibandingkan pembelajaran online atau elearning. Namun setidaknya Semiotika teknologi masuk dalam katagori sebagai penolong utama dalam proses kegiatan pembelajaran walaupun dilakukan dengan cara jarak jauh. Dan ada banyak aplikasi teknologi pembelajaran guna untuk  mendukung kegiatan belajar contohnya dari aplikasi yang mudah dan lebih familiar dapat digunakan oleh semua kalangan dengan perangkat yang ringan yang dapat digunakan tidak ada alasan untuk tidak belajar.


By : NURASIYAH MAULIAWATI
  Mahasiswa Pascasarjana Universitas Prof. Dr. HAMKA Jakar

(red)