Lemahnya Pengawasan Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, Diduga Proyek Dikerjakan Asal-Asalan.

AMS

Bekasi, –Pembangunan proyek lanjutan jalan rabat beton yang dikerjakan dengan asal-asalan, diduga akibat lemah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dinilai tidak maksimal dalam mengawasi pekerjaan, sehingga banyak proyek yang dikerjakan oleh kontraktor diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah.
Salah satunya proyek Pembangunan jalan Lanjutan kampung Kedung Cinde Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat. yang dikerjakan CV. Waren Buana, sumber dana APBD Kabupaten Bekasi, Tahun 2024, yang menelan anggaran 993.976.970.00, diduga proyek tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis.
Hasil investigasi awak media dilapangan, pembangunan proyek jalan rabat beton tersebut tampak menggunakan besi berdiameter 31.MM.

Senin. 15/07/2024.
Menurut keterangan warga setempat berinisal HD membenarkan proyek pembangunan rabat beton memang tidak maksimal (LPB) Lapisan pondasi bawahnya menggunakan batu kapur atau batu Cadas yang bermutu rendah, sehing ketika hujan becek dan berlumpur,”ucapnya,

Masih, HD warga yang juga dari salah satu Ormas Gerakan Pemuda (AMSOR) Kabupaten Bekasi. Indonesia, mengatakan pembangunan yang menelan anggaran hampir (satu) milyaran rupiah,”dinilai tak berkualitas dan transparan lemahnya akan pengawasan terbukti belum saja selesai di kerjakan jln sudah menjadi sorotan banyak pihak lebih jauh lagi, karna sangat kuat dugaan asas keuntungan pribadi,” HD
berharap, pada seluruh dinas pengawas anggaran di kabupaten Bekasi agar turut memastikan anggaran negara di gunakan untuk kepentingan penerima manfaat.

Dalam waktu dekat ini kami selaku kontrol sosial akan meminta audiensi secara terbuka ke pada dinas (SDABMBK) kabupaten Bekasi, dan instansi terkait lain nya,”pungkasnya ubay
Sayangnya pihak Dinas BINA MARGA dan Bina Kontruksi kabupaten Bekasi, selaku instansi yang membidangi pekerjaan ini belum berhasil dimintai keterangan. Baik itu secara langsung maupun melalui via telepon.

( Tiem )