Terkait Banyaknya Pemberitaan Tentang Proyek Tol Japek ll, Humas Angkat Bicara

AMS

Kabupaten Bekasi – Kamis(18 Juli 2024) “Dengan ramainya pemberitaan yg tidak tepat tentang proyek Tol Japek II yang di kerjakan oleh PT. Adi Acset KSO, Maka selaku Humas Bapak Robert menjelaskan ” bahwa Semua supplier dan Subcon kami jelas mengantongi izin dan terkait tanah yg digunakan timbunan dari supplier juga tentu dari lokasi yang berizin dan wajib lulus uji lab baik secara internal atau lab independen serta sudah sesuai SOP.”

Humas pun melanjutkan “Terkait pemberitaan kecelakaan yang di duga oleh pekerjaan Japek II, setelah kami baca dan pelajari banyak berita yg mengambang dan seperti menggiring opini seakan akan semua akibat proyek Tol dan kami menghalalkan segala cara.

Kami bekerja dibawah pengawasan yg ketat, apakah terjadi kecelakaan itu di lokasi proyek kami atau tidak,di akibatkan oleh Kami atau bukan,karena pekerjaan proyek tidak hanya Japek II.” Perlu diketahui bahwa disekitar kami jg banyak proyek warga yg ikut menambah berbagai dinamika terhadap kondisi jalan umum, Ujarnya. (18/07/24)

Selanjutnya dari Team Qc Bapak Mudakir juga menjelaskan bahwa “sebelum pengambilan sample tanah, kami meminta bukti – bukti izin yang di miliki supplier atau subcon. Jika memang memiliki izin baru kita ambil sample untuk cek lab.Selain lab dari luar independen kami juga ada perbandingan dari lab internal PT. Adi Acset.” Kami tegaskan bhwa tanah yg kami terima hanya dari lokasi yg sdh direkomendasikan.

Tentu kita ketahui bhw Tol Japek II Selatan merupakan Proyek Strategis Nasional yang dibangun melalui pembiayaan APBN/APBD, BUMN, dan swasta dengan kerja sama BUJT PT. Jasa Marga dan PT. Wiranusantara Bumi.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yang dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Purwakarta dan akan terdapat 7 gerbang tol (GT). Ketujuhnya yaitu GT Jati Asih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.

Tol Japek II Selatan disebut berpotensi mendatangkan minat-minat investasi lain di Jawa Barat, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah industri, maupun wisata, serta membuka banyak lapangan pekerjaan.

Red