Hukum  

Kembali Terjadi Aniaya Wartawan dan Dipaksa Makan Kotoran Sapi, Anwar Uban: Tangkap 2 Oknum Pelaku PETI di Kabupaten Merangin

AMS

bekapjabar.com РWartawan Fokus Berita Nasional yang juga Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Provinsi Jambi mengalami kekerasan oleh 2 orang oknum yang di duga pelakunya  Penambang Emas Ilegal (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin. Kamis (2/2).

Yahya menuturkan, pada saat perjalanan pulang dari Kabupaten Kerinci pada hari Kamis tanggal (2/2). Setibanya di Kecamatan Pangkalan Jambu Desa Perentak, sekitar pukul 4.30 Wib sore, dirinya mampir di salah satu warung di Desa Sungai Mati, milik mantan kepala Desa Saril di Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten Merangin.

Pada saat Kaperwil/Wartawan FBN mampir ke warung untuk istirahat sejenak dan memarkirkan motornya di depan warung, sebelum masuk kedalam atau masih di luar terlihat ada dua orang ber- Gegas keluar dari dalam warung lalu Menghilang.

Kaperwil/Wartawan kami ini sama sekali tidak menaruh kecurigaan, lalu masuk ke dalam Warung dan duduk bersama Bun, kurang lebih sepuluh menit Kaperwil/Wartawan kami duduk, lalu Sondes menawarkan minum Ndo.? Sondes bilang sama pemilik warung buat kopi Jo. “Kaperwil/Wartawan kami ini menjawab buat teh panas aja pak, belum datang pesanan teh tersebut tiba tiba saja dari belakang Kaperwil/Wartawan ada yang memanggil yang diketahui berinisial SR bersama SE.

SR datang dari belakang lalu tangan kirinya langsung mencekik leher Kaperwil/Wartawan FBN, dan tangan kanan nya meng Genggam kotoran Sapi di masukkan ke dalam mulut Kaperwil/Wartawan FBN, mereka lalu berkata makan ini “Kotoran Jawi” dan saya bunuh kamu Katanya SR.

Kaperwil/Wartawan kami ini merasa sakit, “kerena di cekik Lehernya lalu Kaperwil/Wartawan kami berusaha untuk berdiri sembari berusaha melepaskan cekikan dari pelaku SR.

SR lalu mendorong keluar warung dengan maksud mau memukul Kaperwil/Wartawan FBN “Untung di halangi oleh Sondes dengan maksud jangan sampai SR memukul.

Pada saat Kaperwil/Wartawan FBN berdiri di dekat motor nya, Tiba tiba ada seseorang keluar dari dalam warung panggil SE dengan nada marah kepalamu sekeras itu saya bunuh kamu, lalu menendang motor Kaperwil/Wartawan FBN.

Pada saat motor nya jatuh sempat menghempas ke tangan Sebelah kiri, karena Yahya berdiri di sebelah kanan motor yang di tendang dari sebelah kiri, Sekarang tangan tersebut membengkak, juga tenggorokan terasa sakit pada saat menelan nasi katanya.

Kejadian ini sepertinya sudah direncanakan dan kami memperkirakan pasti ada yang menyuruh orang orang tersebut, yang kemungkinan akibat pemberitaan yang di beritakan oleh Media Online Fokus Berita Nasional tentang Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ).

Setelah kejadian ini korban atau Kaperwil/Wartawan FBN langsung melapor ke Polres Merangin dengan bukti laporan STP/34/ll/Res.l.24/2023 dan korbanpun sudah di visium pada hari itu juga.

Setelah korban melaporkan kejadian itu, kami menunggu tindakan tegas dari kepolisian, sampai hari kamis berikutnya tanggal (9/2), kami pertanyakan ke Kasat Reskrim melalui Telepone Selularnya, dan di jawab melalui WhatSapp, bahwa laporan pengaduannya baru turun dari Kapolres, tindakan selanjutnya dari Kasat katanya memeriksa para saksi dan kami harap bersabar untuk menunggu.

Di hari selanjutnya yaitu hari Senin kami diarahkan ke penyidiknya, dan penyidik katakan baru hari ini Dumasnya turun ke Team yang memegang kasusnya. Dan infonya ke kami akan memeriksa korban, jadi informasi yang di sampaikan di hari Kamis itu ke kami dari kasat untuk memeriksa saksi belum terlaksana.

Karena menurut kami baru akan memeriksa korban kata Team Penyidik, itu sudah hari ke sebelas dari kejadian, dan akhirnya korban di periksa pada hari Rabu Tanggal (15/2). Setelah Redaksi FBN menelpon Kapolres dan tidak ada jawaban, akhirnya redaksi pertanyakan melalui WhatSaap. Dan korban akhirnya di periksa pada Rabu sore.

Berarti pada hari ke empat belas dari awal ke jadian itu, baru ada tindakan dari Polres Merangin tempat Kaperwil/Wartawan kami atau korban melapor. Ini Ada apa, sampai ke Polisian sangat lambat menindak lanjuti kasus Penganiayaan dan Kekerasan terhadap Wartawan.

Menanggapi kasus yang terjadi pada Wartawan Media Online Fokus Berita Nasional.Net. Pemimpin Redaksi FBN, Anwar Soleh langsung memberikan kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum AWALINDO/ AWALINDO Law Firm, Rizani.,SH. Untuk memberikan Pendampingan hukum, dan Anwar Menegaskan perkara ini akan terus kita tindak lanjuti sampai para Pelaku dapat di jerat dan mendapatkan hukuman serta mempertangungjawabkan atas perbuatannya. Sabtu (18/2).

Rizani,.SH, Selaku Kuasa Hukum LBH AWALINDO/ AWALINDO Law Firm. Sabtu (18/2). Kami sedang mempelajari delik hukum atas perkara Penganiayaan Wartawan FBN, hari ini kami baru diberikan Kuasa dari Redaksi fokusberitanasional.net untuk mendampingi perkara Sdr Yahya di wilayah hukum Polres Merangin Provinsi Jambi.

Masih dikatakan Rizani, dalam waktu dekat kita akan gelar perkara tersebut melalui Kofreresi Pers di hadapan rekan rekan media lainnya. Tegasnya.

(Red)